Mau punya cloud sendiri?

Komputasi awan atau cloud lagi menjadi pilihan bagi mereka yang tidak mau kerepotan dengan hardware. Kemudian untuk mempuanyai cloud sendiri(private cloud) sekarang relatif cukup mudah, mau SaaS, PaaS, atau IaaS?. Banyak platform yang bisa kita pakai baik berlesensi atau free untuk cloud private. Kususnya IaaS (Infrastruktur as Service), jika kita punya satu server yang wah daripada dibuat dedicated mending dibuat cloud. Intinya adalah virtualisasi tapi jika gak mau repot-repot banyak platform yang bisa kita pakai, diantaranya eucalyptus, proxmox dan lainnya.

Proxmox adalah sebuah virtualisasi managemen (boleh gak disebut sistem operasi?), dia dibangun dari Kernel-based Virtual Machine (KVM) hypervisor dan OpenVZ. Fitur yang ditawarkan sangat menarik (lebih detile dari fitur ada di proxmox.com)

Server yang saya pegang sekarang memakai produk ini, dari segi monitoring sumbar daya sangat membantu (terima kasih tong fang| loh). Keuntungan jelas sekali satu server bisa beranak jadi banyak melalui virtualisasi atau umum disebut VPS(virtual private server, harus sewa ip public lg :D ).


Tampilan utama dari proxmox, simple tidak terlalu rumit. Menurut saya ini rekomended sekali untuk membangun infrastruktur clou. Kemudian dengan mudah bisa melihat penggunaan resource dari satu VPS, tanpa harus login ke VPS kita bisa melihat pemakaian sumberdaya.

Kemudahan yang lainnya, untuk membuat VPS tinggal klik dan klik sama lah dengan membuat guest pada virtual box. Banyangin jika buat VPS manual menggunakan KVM :p.
Dari tadi ngomong kemudaha saja, bagaimana dengan tingkat keamanan?  dari wikinya dia bilang proxmox butuh pengamanan dari segi port, banyak yang merekomendasikan external hardware firewall, alternatif lain bisa pakai apf.

PDF file

Cloud computing, itu apa?

Apa itu cloud computing? banyak definisi tentang cloud computing diantaranya.

Buyya et al. have defined it as follows:
“Cloud is a parallel and distributed computing system consisting of a collection of inter-connected and virtualised computers that are dynamically provisioned and presented as one or more unified computing resources based on service-level agreements (SLA) established through negotiation between the service provider and consumers.”
Vaquero et al have stated
“clouds are a large pool of easily usable and accessible virtualized resources (such as hardware, development platforms and/or services). These resources can be dynamically reconfigured to adjust to a variable load (scale), allowing also for an optimum resource utilization. This pool of resources is typically exploited by a pay-per-use model in which guarantees are offered by the Infrastructure Provider by means of customized Service Level Agreements.”
A recent McKinsey and Co. report  claims that
“Clouds are hardware- based services offering compute, network, and storage capacity where: Hardware management is highly abstracted from the buyer, buyers incur infrastructure costs as variable OPEX, and infrastructure capacity is highly elastic.”
A report from the University of California Berkeley summarized the key characteristics of cloud computing as:
“(1) the illusion of infinite computing resources; (2) the elimination of an up-front commitment by cloud users; and (3) the ability to pay for use … as needed…”
The National Institute of Standards and Technology (NIST) charac- terizes cloud computing as
“… a pay-per-use model for enabling available, convenient, on-demand network access to a shared pool of configurable computing resources (e.g. networks, servers, storage, applications, services) that can be rapidly provisioned and released with minimal management effort or service provider interaction.”
 Macam-macam definisinya, dan cloud itu terdiri dari aspek-aspek ini.
Jadi cloud menurut anda apa?